PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Selasa, 14 November 2017

10:30:12 AM

WEBMAIL    BUKU TAMU    E-PANEL

Peternak Kerbau Kalang Butuh Bantuan

Ekonomi dan Pariwisata    9 tahun yang lalu   
   2388 Kali

Sumber Foto: Pengembala Indukan kerbau kalang (Jantan/Betina) dengan perahu menggiring ternaknya mencari pakan yang cukup tersedia di pinggiran Danau Melintang.(joe)


TENGGARONG – Populasi ternak Kerbau Kalang di Dusun Lebak Singkil, Desa Melintang, Kecamatan Muara Wis, Kutai Kartanegara terus meningkat. Jumlahnya kini hampir mencapai 600 ekor. Namun sarana penunjang seperti kalang atau kandang kerbau masih terbatas daya tampungnya, termasuk  persediaan  obat  jika ternak mengalami sakit gemetaran.
Kalang/kandang kerbau Lebak Singkil yang dibangun sejak 1918 atau hampir se abad lalu itu sudah beberapa kali ditambah dan direhab bangunannya. Bangunan kalang itu juga pernah terbakar terakhir terjadi saat peristiwa kemarau hebat 1982 yang menyebakan hutan dan lahan di sekitar kalang terkebakar. Ketua Kelompok Peternak Kerbau Kalang Lebak Singkil, Alkan mengatakan dari 600 an ternak kerbau itu maka kemampuan kalangnya hanya bisa menampung sekitar 400 ekor ternak saja. “Selebihnya ternak itu berdesak desakan sehingga mobilitas mereka di dalam kalang sangat terbatas” ujarnya. Kondisi ini menurutnya tidak menguntungkan bagi perkembangan kerbau seperti mati terinjak dan pertumbuhan berat badannya lamban. “Bahkan acap terjadi keributan atau perkelahian diantara kerbau,” katanya. Padahal setiap tahun populasi ternak kerbau kalang ini akan terus berkembang. Menurutnya jika Pemerintah Kabupaten Kukar mau memberikan perhatian dalam bentuk bantuan membangun kalang sehingga mampu menampung hingga 600 ekor ternak kerbau maka tingkat kesejahteran 39 kelompok peternak kerbau kalang Lebak Singkil ke depannya menjadi lebih prospektif. Menyinggung tentang pemasaran kerbau kalang menurutnya sangat bagus bahkan mereka acap menunda untuk menjualnya. Selama ini yang kami jual adalah kerbau jantan atau betina yang sudah tidak produktif lagi. Sedang yang masih produktif tetap dipertahankan untuk meningkatkan populasi. “Hingga awal 2013 ini sudah ada sekitar 150 an anak kerbau usia 1 hingga 2 tahun yang masih ditampung di kalangnya,” ujarnya. Kendala lain yang dihadapi peternak kerbau kalang Lebak Singkil adalah keterbatasan persediaan obat. Terutama obat suntik Premedum untuk menangkal penyakit Sura. Indikasi dari penyakit Sura adalah bila terkena maka tubuh kerbau gemetaran seperti layaknya manusia terkena penyakit malaria. Jika dibiarkan dalam waktu beberapa hari kerbau akan mati. Menurutnya hanya obat suntik Premedum yang mampu menangkal penyakit sura yang sering mengancam  kerbau kalang,  namun obat ini jarang  dijual di toko  obat hewan  dan sangat terbatas. “Hanya tersedia di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan di Tenggarong,” katanya. Sedang untuk lahan mengembalaan dan persedian pakan cukup tersedia bahkan melimpah.  Untuk pakan mereka memakan rumput yang tumbuhan liar di sepanjang tepi danau Melintang seperti Kumpai (encek gondok-red) Langa, Kumpai  Buluh, Pucuk Daun Sembilang hingga Kumpai Batu.(hmp4/joe)


TINGGALKAN KOMENTAR


Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Telp: 0541-662088 ext.314   Fax: 0541-661690
Email: humaskukar@kukarkab.go.id
Website: https://prokom.kukarkab.go.id

STATISTIK KUNJUNGAN
Hari Ini99 pengunjung
Minggu Ini2.080 pengunjung
Bulan Ini8.034 pengunjung
Total Pengunjung132.859 pengunjung
Total Klik3.236.872 Kali