PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Selasa, 14 November 2017

10:30:12 AM

WEBMAIL    BUKU TAMU    E-PANEL

Salai Ikan Tergantung Musim

Ekonomi dan Pariwisata    9 tahun yang lalu   
   2442 Kali

Sumber Foto: Isnani pengolah Ikan Salai Lais yang menjadi usaha unggulan warga Desa Muara Enggelam siap dinikmati.(joe)

TENGGARONG – Pembuatan Ikan Salai (ikan yang diasapi-red) ternyata tergantung musim ikan yang akan disalai. Bahan baku utama membuat ikan salai dan banyak dipasarkan di pasar tradisional  adalah ikan sungai seperti ikan Lais, Lepok/Bentilap dan ikan Baung. Di Kutai Kartanegara produk  salai ikan paling enak citarasanya adalah yang diolah warga nelayan  Desa Muara Enggelam Kecamatan Muara Wis.Desa Muara Enggelam yang berada di bantaran sungai Enggelam  Kecamatan Muara Wis Kukar sebagian besar warganya berprofesi nelayan yang biasa mencari ikan di Danau Melintang. Desa yang berada tidak jauh dari tepi  Danau Melintang ini kaya akan potensi perikanan perairan umum sungai dan danau dengan koleksi  puluhan jenis ikan endemik setempat.

Dari jumlah ikan tersebut yang dipilih dan layak di buat menjadi ikan salai adalah ikan Lais atau sebutan ilmiahnya Cryptopterus micronema/Lasi sp. Jenis ikan lainnya yang dibuat salai adalah Lepok atau Bentilap (Cryptopterus apagon) sejenis Lais namun ukuran tubuhnya lebih besar dari Lais serta ikan Baong (Hemibagrus nemurus). Diantara  pengolah Salai Ikan Desa Muara Enggelam Isnani saat ditemui akhir pekan awal Januari lalu mengatakan bahwa warga nelayan desanya  lebih banyak  mengolah salai ikan jenis Lais dan sedikit ikan Lepok.

 Kedua jenis ikan itu menurutnya saat ini terutama sejak  Desember 2012  hingga Maret 2013  nanti pasokannya kosong. Hal ini disebabkan kedua jenis ikan tersebut belum lagi musimnya di Danau Melintang. “Jika sudah musimnya tiba biasanya kami bisa mencapai 500 kilogram mengasap ikan salai,” ujarnya. Menurutnya ikan salai memang agak mahal harganya karena jika 4 kilogram  ikan  maka setelah melalui proses pengasapan beratnya turun  drastis hanya menjadi  1 kg  dari berat semula saat ikan ditangkap. Sedang proses pembuatan salai dilakukan selama 2 hingga 3 hari. Pertama ikan disiang dan dibasuh hingga bersih, kemudian di taruh di atas dapur bambo berbentuk balai balai yang dibawahnya ada bakaran kayu hutan seukuran paha orang dewasa.

 Uap panas hingga 80 derajat celesius berupa asap dari bakaran kayu inilah yang kemudian memasakkan ikan menjadi salai dan siap disajikan sebagai lauk. Salai ikan juga enak digoreng atau direbus bersama sayur santan. Dikatakan jika lagi musim membuat ikan salai maka warga pengolah salai biasa menjualnya perkilogram Rp 120 ribu. Sedang pasaran ikan salai masih terbuka lebar. Buktinya pesanan setiap hari selalu ada  yang masuk. “Masalahnya sekarang adalah bahan baku untuk disalai terutama ikan Lais dan Lepok tergantung musim,” demikian ujarnya.(hmp4)


TINGGALKAN KOMENTAR


Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Telp: 0541-662088 ext.314   Fax: 0541-661690
Email: humaskukar@kukarkab.go.id
Website: https://prokom.kopidoni.com

STATISTIK KUNJUNGAN
Hari Ini344 pengunjung
Minggu Ini4.409 pengunjung
Bulan Ini16.146 pengunjung
Total Pengunjung180.973 pengunjung
Total Klik5.420.676 Kali