PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Selasa, 14 November 2017

10:30:12 AM

WEBMAIL    BUKU TAMU    E-PANEL

Tinggal 92 Ekor

Kemasyarakatan    6 tahun yang lalu   
   1219 Kali

Sumber Foto: Pesut mahakam saat terlihat berkelompok diperairan muara kedang rantau Muara Kaman. (by hayru abdi)

TENGGARONG- Menurut monitoring Yayasan Konservasi RASI tahun 2012, pesut mahakam diperkirakan tinggal berjumlah 92 ekor. Peneliti asal Belanda dari YK RASI Danielle Kreb mengatakan, survey jumlah pesut tersebut dilakukan dengan menganalisa foto sirip punggung yang menjadi identitas individu tiap pesut. "Karena sirip punggung itu selalu berbeda tiap individu pesut, makanya dari situ kita bisa mengenali masing-masing pesut," terangnya.

Sejak Agustus 2014 lalu, YK RASI melakukan monitoring Pesut Mahakam untuk mengetahui data dan jumlah terbaru keberadaan pesut, namun mengenali individu pesut melalui sirip tersebut memakan waktu cukup lama. "Mudah-mudahan sebulan lagi sudah selesai, tapi saya memperkirakan jumlahnya tetap kurang lebih 92 ekor, karena sejak 2005 tiap dua tahun sekali kami melakukan hal yang sama dan tak ada perbedaan jumlah yang signifikan," ujarnya, Sabtu (25/10).

Dikatakannya angka kelahiran pesut hanya 5-6 ekor pertahun. Sedangkan angka kematiannya, pada 1995 hingga 2000 rata-rata tujuh ekor pesut mati pertahun. Lalu dalam kurun 2001-2006, kematian pertahunnya empat ekor. Sedangkan dalam 2007 sampai 2012, rata-rata pesut mati tiga ekor dalam setahun. "Angka kelahiran dan kematian pesut pertahun hampir berimbang, jadi jumlahnya tiap tahun tak jauh bebeda, jadi kita harus terus menjaga kelestariannnya," katanya.

Untuk itu diharapkan semua pihak, mulai pemerintah, swasta, dan warga agar tetap menjaga habitat pesut di Mahakam, yakni dengan tidak berbuat sesuatu yang dapat merusak daerah aliran sungai mahakam.

Dikatakannya, ancaman terbesar pesut yakni alih fungsi hutan atau rawa yang mengakibatkan sedimentasi atau endapan, ikan akan kehilangan tempat bertelur, sehingga sumberdaya ikan yang yang menjadi makanan pesut berkurang.  Ancaman lainnya yakni polusi kimia dan sampah plastik di sungai. "Saya pernah bedah pesut yang sudah mati, didalam perutnya ada sampah plastik, makanya jangan buang sampah plastik kesungai," katanya.

Selain itu dikatakannya, banyaknya alat transportasi dengan mesin besar yang lalu-lalang diatas sungai membuat polusi suara atau bising, juga membuat pesut rawan ditabrak kapal. Karena sistem navigasi pesut menggunakan sistem Sonar (sound navigation and ranging), maka menurutnya jika ada kapal besar didekatnya, maka pesut bisa kebingungan arah.

Kemudian ancaman terhadap pesut lainnya yakni alat tangkap ikan yang tidak lestari, misalnya jaring bentang, setrum dan racun. "Saya harap warga dan nelayan agar tidak menggunakan alat tangkap yang dilarang. Jika menggunakan rengge (jaring.red) harap sering-sering di cek bila perlu satu jam sekali, supaya jika pesut tersangkut bisa segera diketahui dan dibebaskan," paparnya.

Dijelaskannya, sekarang pesut mahakam hanya kerap terlihat di sekitar danau Semayang desa Pela Kota Bangun hingga paling hilir terlihat di cagar alam Sedulang kecamatan Muara Kaman. Sehingga wilayah dengan luas 6 ribu hektare tersebut akan ditetapkan menjadi zona pelestarian pesut oleh Pemkab Kukar.

Padahal sebelumnya, pesut juga terlihat di Muara Pahu Kutai Barat. Menurut Danielle, namun akibat  alih fungsi lahan di tepi mahakam yang dulunya ditumbuhi pepohonan dan semak serta rawa, kini berubah jadi perkebunan dan tambang. (hayru;hmp03)


TINGGALKAN KOMENTAR


Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Telp: 0541-662088 ext.314   Fax: 0541-661690
Email: humaskukar@kukarkab.go.id
Website: https://prokom.kukarkab.go.id

STATISTIK KUNJUNGAN
Hari Ini15 pengunjung
Minggu Ini735 pengunjung
Bulan Ini4.429 pengunjung
Total Pengunjung79.184 pengunjung
Total Klik2.117.129 Kali