PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Selasa, 14 November 2017

10:30:12 AM

WEBMAIL    BUKU TAMU    E-PANEL

Jumpa Pers dilakukan melalui aplikasi Zoom Meeting.

Pemberdayaan Perempuan dan Kesehatan    10 bulan yang lalu   
Administrator    158 Kali

Sumber Foto: Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kab Kutai Kartanegara,

Tenggarong, Pada hari Selasa, 14 April 2020 pukul 23.00 wita telah dilakukan JUMPA PERS oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kab Kutai Kartanegara, dr. Martina Yulianti, Sp.PD FINANSIM-MARS, terkait dengan meninggalnya 1 (satu) orang pasien Pasien Dalam Pemantauan (PDP) di RSUD AM Parikesit, pada tanggal 14 April 2020. Jumpa Pers dilakukan melalui aplikasi Zoom Meeting. Semua Penjelasan yang disampaikan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kab Kutai Kartanegara ini sudah dikonsultasikan dengan Bupati Kutai Kartanegara selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kab Kutai Kartanegara

Berikut adalah penjelasan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kab Kutai Kartanegara, dr. Martina Yulianti, Sp.PD FINANSIM-MARS, yang dinarasikan ulang secara tertulis oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setkab Kutai Kartanegara dan dilengkapi dengan data/informasi tambahan lainnya yang diperoleh dari unsur Gugus Tugas lainnya.

Pasien berjenis kelamin wanita, usia 45 tahun, asal Kabupaten Jombang, Propinsi Jawa Timur (jadi bukan tercatat sebagai warga Kabupaten Kutai Kartanegara). Pasien tersebut pada minggu ke-3 bulan Pebruari 2020 melakukan perjalanan ke daerah asalnya dan kembali lagi ke Kabupaten Kutai Kartanegara tepatnya ke Kecamatan Loa Kulu sekitar akhir bulan Pebruari 2020. Yang bersangkutan kemudian tinggal /ditampung di salah satu kediaman warga,  karena yang bersangkutan tidak memiliki sanak keluarga. Kondisi pasien pada saat tiba sudah dalam keadaan sakit.

Pada Tanggal 08 April 2020, pasien diantar oleh salah satu kerabat pemilik rumah untuk diperiksakan ke RSUD AM Parikesit, dan ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pemantauan (PDP) karena kondisi pasien dalam keadaan demam, batuk dan ada riwayat perjalanan dari daerah terjangkit. Selanjutnya pasien diisolasi di ruangan khusus.

Setelah 2 (dua) hari perawatan, pasien mengalami perburukan, sehingga dilakukan rapid test dengan hasil NEGATIF. Dalam perkembangannya, kondisi pasien terus mengalami perburukan dengan cepat, sehingga pada tanggal 11 April 2020, sebagai antisipasi dilakukan pengambilan specimen dahak (swab) di tenggorokan dan langsung dikirimkan ke Dinas Kesehatan Propinsi Kaltim dan belum diperoleh hasil swabnya sampai saat ini. 

Selain diagnosa dugaan terinfeksi Covid-19, pasien didiagnosa mengalami gangguan imunitas (Immuno compromised) yaitu suatu kondisi dimana pasien tersebut mengalami penurunan imunitas yang sangat hebat, sehingga pasien berpotensi mengalami Co- infeksi dengan Covid-19.  Co infeksi adalah terjadinya 2 (dua) atau lebih infeksi berbeda pada seseorang yang terjadi pada waktu yang bersamaan, semisal dalam kondisi yang bersamaan seseorang terinfeksi hepatitis sekaligus terinfeksi Covid-19. 

Ada suatu ciri khas, bahwa infeksi virus pada seseorang yang menyebabkan kondisi pasien mengalami penurunan immunitas secara hebat menunjukkan pasien terdapat potensi terinfeksi Covid-19. Dengan kondisi tersebut, diputuskan pasien tersebut ditangani sesuai protocol Covid-19. Jika hasil swab nanti ternyata negatif, maka pasien tersebut didiagnosa hanya mengalami immuno compromised bukan terinfeksi Covid-19. Selanjutnya pasien tersebut diisiolasi di ruangan khusus selama 7 (tujuh) hari, namun pada hari Selasa, 14 April 2020, sekitar pukul 17.00 wita, pasien tersebut dinyatakan meninggal dunia.

Setelah melakukan diskusi dengan Ketua RT setempat, karena sebagaimana dijelaskan di atas pasien tersebut tidak memiliki keluarga di Kutai Kartanegara, maka pihak RSUD AM Parikesit memohon ijin untuk melakukan pemakaman dengan tata cara protocol Covid-19 sebagai upaya antisipasi jika nantinya hasil swab yang bersangkutan ternyata positif. Dari hasil koordinasi dan diskusi tersebut tidak ada kendala dan /atau masalah , maka dilakukan pemakaman sesuai dengan protocol Covid-19 sekitar pukul 19.00 wita, di daerah Kelurahan Bukit Biru Tenggarong.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kab Kutai Kartanegara ini menjelaskan bahwa tata cara pemakaman secara protocol Covid-19 ini merupakan langkah antipatif, karena tidak selalu pasien yang sudah dinyatakan terkonfirm positif saja yang harus dimakamkan dengan tata cara pemakaman Covid-19. Suspect jika yang bersangkutan meninggal dunia juga harus dimakamkan dengan tata cara pemakaman Covid-19, bahkan seseorang yang belum jelas terdapat gejala Covid-19 pun--- jika tidak ada dugaan penyakit lainnya kemudian mengalami kondisi perburukan dengan cepat--- jika dia meninggal dunia juga akan diberlakukan tata cara pemakaman sesuai dengan protokol Covid-19. Hal ini dilakukan karena jika penanganan jenazah dilakukan seperti biasa dan tidak mengikuti tatacara pemakaman protocol Covid-19, akan sangat riskan terjadinya penularan virus. 

Untuk diketahui pemakaman dengan tata cara Covid-19 tidak boleh  dilakukan lebih dari 4 (empat) jam setelah pasien dinyatakan meninggal dunia. Jika lebih dari 4 (empat) jam dikhawatirkan telah terjadi kerusakaan sel-sel tubuh pada jenazah, sehingga virus dapat keluar melalui lubang-lubang tubuh jenasah tersebut dan hal ini sangat berbahaya bagi penularan penyakit tersebut. Jadi dalam hal ini pihak RSUD AM Parikesit mengambil langkah over treatment daripada under treatment, dikarenakan resiko penularan yang ditakuti.

Pemkab Kutai Kartaegara menghimbau, masyarakat tidak perlu panik dalam menanggapi kejadian seperti ini dan jangan reaktif melakukan penolakan tanpa dasar.  Ada beberapa persyaratan jika seseorang dimakamkan dengan tata cara Covid-19 dan sudah diatur dengan sangat jelas, semua sudah sesuai dengan protocol Covid-19, keilmuan dan berbagai pertimbangan, jadi tidak sembarangan menetapkan lokasi pemakaman. Beberapa protocol utama dalam Tata Cara Pemakaman Covid-19 adalah sebagai berikut :

1. Lokasi pemakaman berjarak minimal 500 meter dari pemukiman penduduk dan berjarak minimal 50 meter dari sumber air minum penduduk

2. Penanganan jenazah terduga Covid-19 sudah sangat disiapkan/diprepare, dimana jenasah didisinfeksi beberapa kali, kemudian dibungkus plastik yang tidak tembus secara berlapis-lapis dan dimasukkan ke dalam peti jenasah yang rapat dan tidak tembus 

3. Jenazah dimakamkan dengan kedalaman minimal 1,5 meter 

Dengan penjelasan tersebut supaya dipahami mengapa pasien yang meninggal namum belum diketahui hasil swabnya positif terinfeksi Covid-19 dimakamkan dengan tata cara Covid-19 adalah bertujuan untuk mengantisipasi masyarakat lainnya, jangan sampai Pemkab Kutai Kartanegara salah dalam mengambil langkah jika ternyata hasil swab yang bersangkutan ternyata postif terinfeksi Covid-19. 

Adapun hasil uji Swab yang telah dikirimkan namun belum diketahui hasilnya sampai saat ini, disebabkan karena di BBLK Surabaya saat ini tidak tersedia Reagen untuk pemeriksaan specimen dahak dan masih menunggu dropping reagen dari Jakarta.

Dalam closing statementnya, dr. Martina Yulianti, Sp.PD FINASIM-MARS atas nama Pemkab Kukar mengucapkan terima kasih kepada semua unsur dari personil BPBD, Satpol PP Pamong Praja, TNI, Polri, Camat dan Lurah, yang selalu membantu RSUD AM Parikesit dalam  proses pemakaman ini.


TINGGALKAN KOMENTAR


Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Telp: 0541-662088 ext.314   Fax: 0541-661690
Email: humaskukar@kukarkab.go.id
Website: https://prokom.kukarkab.go.id

STATISTIK KUNJUNGAN
Hari Ini18 pengunjung
Minggu Ini1.069 pengunjung
Bulan Ini4.199 pengunjung
Total Pengunjung68.683 pengunjung
Total Klik1.766.099 Kali