PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Selasa, 14 November 2017

10:30:12 AM

WEBMAIL    BUKU TAMU    E-PANEL

Cegah Wabah PMK, Pemkab Kukar Ikuti Rakornas Penanganan PMK

Pemerintahan Kukar    2 minggu yang lalu   
Administrator    55 Kali

Sumber Foto: Prokom

JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Dr H Sunggono mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) oleh Satuan Tugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu (22/11/2022) pagi di Hotel Borobudur Jakarta.

 

Dalam kegaiatn itu, Satgas PMK BNPB menghadirkan narasumber dari Kemendagri, BNPB Selaku Satgas PMK Nasional, Kasatgas Provinsi Bali Dewa Made Indra, Kasatgas Sumatera Barat H Hansastri yang dimoderatori oleh Prof. drh. Wiku BB Adisasmito, M. Sc., Ph.D selaku Koordinator Tim Pakar Satgas PMK Nasional.

 

Dikatakan Ketua Pelaksana Brigadir Jenderal TNI Lukmansyah selalu Koordinasi Pengendalian Operasi Satgas PMK Nasional, bahwa Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan penyakit infeksi virus yang bersifat akut dan sangat menular.

 

"Penyakit ini menyerang semua hewan berkuku belah atau genap, seperti sapi, kerbau, kambing, domba termasuk juga hewan liar seperti gajah, rusa dan sebagainya. Virus dapat bertahan lama di lingkungan, dan bertahan hidup di tulang, kelenjar, susu serta produk susu," katanya.

 

Untuk itu lanjut Lukmansyah perlu dilakukan koordinasi dengan semua kabupaten/kota di Indonesia sebagai upaya pencegahan PMK secara cepat.

 

"PMK juga disebut sebagai air brone disease karena sangat kecilnya virus ini mampu menyebar cepat dengan bantuan angin sampai ratusan kilometer. Penyakit PMK tidak ditularkan ke manusia (bukan penyakit zoonosis)," ujarnya.

 

Ditambahkannya, setidaknya ada lima cara pencegahan dengan cara biosekuriti yakni melakukan perlindungan pada zona bebas dengan membatasi gerakan hewan, pengawasan lalu lintas dan pelaksanaan surveilans. Pemotongan hewan terinfeksi, hewan baru sembuh dan yang kontak dengan agen PMK. Disinfeksi asset dan semua material yang terinfeksi (perlengkapan kandang, monil, baju dan lainnya). Musnahkan bangkai, sampah dan semua produk hewan pada area yang terinfeksi serta lakukan tindakan karantina.

 

"Inilah yang mesti dilakukan, perlu upaya koordinasi bersama dalam pencegahan penyebaran penyakit mulut dan kuku sehingga hewan-hewan yang berada di semua daerah di Indonesia dapat tertangani dan terjaga dengan baik dan terbebas dari wabah PMK," harapnya.

 

Sementara itu, Sekda Kukar Sunggono menyambut baik atas rakornas penanganan PMK terutama di daerah. Khususnya di Kutai Kartanegara guna mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku pada hewan.

 

"Pemkab Kukar menyambut baik dan berkomitmen membangun kolaborasi dalam upaya pengendalian penanganan PMK. Semoga apa yang disampaikan para pemateri terkait PMK menjadi atensi penting percepatan mengantisipasi penyebaran PMK di Kutai Kartanegara," ujarnya.

 

Diketahui, Rakornas PMK menghasilkan pembentuan Satuan Tugas Penanganan PMK Nasional sebagai langkah tanggap dan strategis menghadapi wabah PMK di tengah upaya pemulihan ekonomi nasional. Kemudian perkembangan situasi implementasi percepatan strategi penanganan PMK di tingkat daerah, hingga tata kelola sistem kesehatan hewan nasional dalam penanganan wabah penyakit hewan di Indonesia. (Prokom10)


TINGGALKAN KOMENTAR


Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Telp: 0541-662088 ext.314   Fax: 0541-661690
Email: humaskukar@kukarkab.go.id
Website: http://localhost:8041

STATISTIK KUNJUNGAN
Hari Ini243 pengunjung
Minggu Ini2.737 pengunjung
Bulan Ini10.499 pengunjung
Total Pengunjung255.722 pengunjung
Total Klik11.846.206 Kali