PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Selasa, 14 November 2017

10:30:12 AM

WEBMAIL    BUKU TAMU    E-PANEL

Sosialisasikan Bahaya Jangka Pendek dan Panjang Mengkonsumsi Kedemba, BNN RI Kunjungi Kukar

Pemerintahan Kukar    2 bulan yang lalu   
Administrator    78 Kali

Sumber Foto: Prokom

TENGGARONG - Rombongan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI yang diketuai Tim II Rieska Dwi Widayati selaku Analisis Direktorat Pemberdayaan Alternatif BNN, didampingi Andarsari Pradani dan Darmanto tiba di Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan silaturahmi, sekaligus mensosialisasikan bahaya mengkonsumsi kedemba atau kratom bagi kesehatan.

 

Kehadiran Tim BNN RI tersebut diterima oleh Sekretaris Kesbangpol Kukar Hendra, bersama OPD terkait lainnya di Ruang Eksekutif Kantor Bupati, Tenggarong pada Selasa (7/6/2022). Rieska Dwi Widayanti menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat Pemkab Kukar, kunjungan BNN RI kali ini disebutkannya dalam rangka pendampingan stakeholder dalam Implementasi Program Grand Design Alternative Development (GDAD) pada lokasi Pilot Project di Kalimantan Timur, termasuk di Kukar.

 

Dia juga menyampaikan terkait bahaya kedemba, Rieska mengatakan kedemba atau kratom sering disebut sebagai tanaman obat herbal. Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC) bahkan memasukkan kratom sebagai New Psychoactive Substances (NPS) atau salah narkoba yang di buat sedemikian rupa meyerupai narkoba yang pernah ada dalam golongan Plant Base Substances atau masuk Opioid Golongan I Narkotika.

 

"Secara regulasi akan ada pelarangan budidaya kedemba sebagai barang ilegal pada tahun 2024 mendatang. Untuk itu perlu dilakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat Kukar terutama di wilayah hulu mahakam tempat ditemukannya kedemba atau kratom," ujarnya.

 

Riska mengatakan, mengkonsumsi kedemba sangat berbahaya bagi kesehatan. Opioid adalah zat pereda nyeri yang bekerja dengan reseptor opioid di dalam sel tubuh. Ketika opioid masuk dan mengalir di dalam darah, zat tersebut akan menempel pada reseptor opioid di sel-sel otak, sumsum tulang belakang, dan organ lain yang terlibat dalam rasa sakit dan senang. Sel kemudian melepaskan sinyal yang meredam rasa sakit dari otak ke tubuh dan melepaskan dopamin dalam jumlah besar ke seluruh tubuh dan menciptakan perasaan senang.

 

"Biasanya golongan obat yang masuk ke dalam opioid digunakan untuk mengurangi rasa nyeri sedang hingga berat. Misalnya untuk membantu mengendalikan rasa sakit yang dirasakan setelah operasi, penggunaannya dapat menyebabkan ketergantungan," ujarnya.

 

Opioid tersebut dijelaskannya memiliki efek samping yang tidak bisa disepelekan. Pada dosis yang lebih rendah, opioid biasanya menimbulkan berbagai efek samping seperti, sembelit, mual, muntah, dan mulut kering, mengantuk dan pusing, Kemudian linglung, depresi, gatal dan berkeringat, menurunkan kadar testosteron.

 

"Pada dosis yang lebih tinggi biasanya bisa memperlambat pernapasan dan detak jantung. Jika dibiarkan sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kematian, untuk itu diharapkan agar pemerintah daerah melakukan sosialisasikan terhadap bahaya kratom atau kedemba bagi kesehatan," demikian jelaskan. (Prokom10)


TINGGALKAN KOMENTAR


Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Telp: 0541-662088 ext.314   Fax: 0541-661690
Email: humaskukar@kukarkab.go.id
Website: https://prokom.kopidoni.com

STATISTIK KUNJUNGAN
Hari Ini56 pengunjung
Minggu Ini2.933 pengunjung
Bulan Ini11.796 pengunjung
Total Pengunjung210.881 pengunjung
Total Klik9.132.698 Kali