PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Selasa, 14 November 2017

10:30:12 AM

WEBMAIL    BUKU TAMU    E-PANEL

Balitbangda Lestarian Anggrek Pinang Habang di Kukar

Pemerintahan    12 tahun yang lalu   
Noviyanto Rahmadi    915 Kali

Sumber Foto:

Kepala Balitbangda Kukar M Kasim mengatakan habitat anggrek alam saat ini memang memerlukan perhatian serius, guna mengurangi laju tingkat kerusakan pada kawasan anggrek pinag habang. "Anggrek pinang habang ternyata baru ditemukan hanya di Kukar, tepatnya di kecamatan Khala Kenohan, tentunya ini merupakan habitat yang memiliki keragaman variasi anggrek berdasarkan hasil studi, luas wilayah sekitar 329 ha dan memiliki areal anggrek sekitar 5 ha dan mempunyai 21 jenis," kata Kasim.Untuk mengamankan sekaligus melestarikan kawasan tersebut menurutnya, perlu segera mungkin dilindungi dengan kepastian hukum yang bersifat kedaerahan atau semangat otonomi, sehingga semua komponen, baik itu instansi pemerintah pusat, daerah, Lebaga Swadaya Masyarakat (LSM) berperan serta menjaga kelestariah kawasan tersebut. "Salah satu bentuk legalitas hukum kawasan konservasi perlu dirumuskan adalah dengan menyediakan kawasan dalam bentuk Cagar Biosfer sehingga habitat anggrek habang di Kukar terjaga dan dapat dilestarikan dengan baik," ujarnya.Kepala sub Bidang Sumber Daya Alam (SDA) dan Lingkungan Hidup Balitbangda Kukar Aspurdin mengatakan cagar biosfer merupakan suatu konsep penanganan kawasan konservasi, bukan megarah kepada status kawasan akan tetapi menitik beratkan pada konsep penanganannya. "Penangan ini merupakan satu perwujudan dari semua aspek yaitu antara pembangunan ekonomi, pemberdayaan masyarakat dan perlindungan kelestarian lingkungan melalui pola kemitraan antara masyarakat lokal dan alam," katanya.Dijelaskan Aspurdin cagar biosfer sendiri merupakan kawasan ideal untuk mengarah kepada pola pembangunan yang berkelanjutan. "Modelnya sendiri terbagi menjadi 3 zona kawasan yaitu zona Inti, zona Penyangga, dan zona Transisi. Saya melihat habitat alam anggrek tropis ini semakin menipis, inilah yang perlu kita perhatikan dan tindak lanjuti agar habitat plasma nutfah anggrek alam tidak punah, perlu adanya konsep pemberdayaan masyarakat untuk dilestariakan dengan baik," ujarnya, menambahkan semakin banyak gerakan potensial melibatkan masyarakat akan memudahkan upaya konservasi kawasan habitat anggrek.Kelompok-kelompok ini nantinya diharapkan dapat berfungsi sebagai pertahanan keluarnya specimen anggrek alam dari luar habitatnya. Habitat ini juga sering identik dengan komoditas adat atau lainnya dalam upaya pelestariaahn habitat. disamping itu perlu dilakukan pembinaan kepada masyarakat mulai dari pengenalan keragaman anggrek alam, ekosistem, teknis budaya, pemahaman tentang konservasi, tentunya hal tersebut tidak terlepas dari intansi ataupun kerjasama dengan universitas pengkajian potensi wilayah. jelasnya.Dari hasil seminar kajian tentang potensi anggrek alam tersebut menghasilkan 4 point penting, meliputi perluya penetapan kawasan konservasi pelestarian anggrek dalam bentuk ketetapan hukum (perda), segera dibentuk suatu kawasan cagar biosfer dan penetapan kawasan masing-masing zonasi pengga dan zonasi transisi. selanjutnya mengupayakan segera mungkin mendaftarkan kawasan anggrek pinang habang pada organisasi MAB-UNISCO (Man OF Bosfer), dan perlunya koordinasi sinergis antara dinas, instansi dan institusi terkait untuk mewujudkan konservasi cagar bosfer.(hmp15)

TINGGALKAN KOMENTAR


Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Telp: 0541-662088 ext.314   Fax: 0541-661690
Email: humaskukar@kukarkab.go.id
Website: https://prokom.kukarkab.go.id

STATISTIK KUNJUNGAN
Hari Ini74 pengunjung
Minggu Ini1.261 pengunjung
Bulan Ini5.023 pengunjung
Total Pengunjung78.270 pengunjung
Total Klik2.082.276 Kali