PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Selasa, 14 November 2017

10:30:12 AM

WEBMAIL    BUKU TAMU    E-PANEL

Evaluasi Kematian Ibu dan Bayi

Pemerintahan    9 tahun yang lalu   
   1379 Kali

Sumber Foto: Wakil Bupati Kutai Kartanegara HM. Ghufron Yusuf saat memberikan sambutan di acara evaluasi kematian ibu dan bayi serta pengembangan system rujukan dan audit kematian berbasis masyarakat


TENGGARONG- Angka kematian ibu dan angka kematian neonatal  di Indonesia masih menunjukan adanya

masalah akses dan kualitas pelayanan kesehatan yang serius oleh karena itu Dinas Kesehatan Kutai

Kartanegara mengadakan evaluasi kematian ibu dan bayi serta pengembangan system rujukan dan audit

kematian berbasis masyarakat  diruang serbaguna kantor Bupati Kukar, Kamis(10/01).
Acara yang dihadiri sekitar 54 peserta mulai dari dokter spesialis anak dan dokter spesialis obgyn

di RSUD AM. Parikesit Tenggarong dan RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti Samboja, dokter puskesmas

se-kabupaten Kukar, Bidan cordinator diseluruh puskesmas se-kabupaten kukar, dan kepala ruangan

kebidanan dan kepala ruangan anak RSUD AM. Parikesit Tenggarong dan RSUD Aji Batara Agung Dewa

Sakti Samboja dihadiri oleh Wakil Bupati Kutai Kartanegara HM. Ghufron Yusuf di Kepala Dinas

Kesehatan  Koentijo didampingi oleh  kepala Bidang kesehatan masyarakat Hj. Dayang Telchief

Suryani.
“Perawatan yang baik selama hamil merupakan hal penting bagi kesehatan ibu dan perkembangan janin

dalam kandungan”ungkap Wakil Bupati Kutai Kartanegara HM. Ghufron Yusuf saat memberikan sambutan.
Pemeriksaan kehamilan yang baik menghubungkan antara ibu dan keluarga dengan system kesehatan yang

ada sehingga dapat meningkatkan penggunaan  tenaga yang terampil pada saat kelahiran yang dapat

berkontribusi dalam peningkatan taraf kesehatan dalan siklus kehidupan.  Sebaliknya perawatan

kehamilan yang tidak baik selama kehamilan dapat menyebabkan titik kritis pada ibu dan bayi
Ia juga mengatakan bahwa permasalahan yang sering terjadi dilapangan adalah kurang teraksesnya ibu

hamil terhadap pemeriksaan kehamilan baik karena factor tidak adanya  fasilitas pelayanan

kesehatan, factor pengetahuan ibu  hamil maupun factor dukungan social dan budaya. Sehingga dengan

demikian kasus-kasus kematian matermal dan perinatal tidak bisa dicegah dan ditangani dengan

maksimal.
“Saya menghimbau perlunya dilakukan preconception care dengan dilakukanya pemeriksaan kepada

wanita selama masa reproduktif  sehingga kelainan atau penyakit beresiko yang dapat menggangu

kehamilan dan dapat diantisipasi sebelumnya”himbau Ghufron.
Menurutnya persiapan kehamilan harus dilakukan jauh sebelum kehamilan terjadi kerena terkadang ibu

yang sudah hamil datang terlambat untuk melakukan kontak pemeriksaan kehamilan. Demikian pula

untuk pelayanan kesehatan remaja agar lebih diprioritaskan lagi kerena banyaknya kasus kematian

maternal dan perinatal yang terjadi pada ibu usia remaja dengan kehamilan yang tidak diinginkan
Sementara itu  kepala Bidang kesehatan masyarakat Hj. Dayang Telchief Suryani mengatakan bahwa

penyebab kematian ibu terbesar secara berurutan disebabkan terjadinya pendarahan, eklamsia,

infeksi, persalinan lama dan keguguran. Sedangkan kematian bayi sebagian besar disebabkan kerena

kesulitan bernapas saat lahir (Asfiksia), Prematur dan BBLR. Untuk kematian bayi usia 11-12 bulan

sebagian besar disebabkan kerena diare dan pneumonia.
Selain itu Telchief juga mengatakan bahwa salah satu percepatan penurunan AKI dan AKB adalah

melalui peningkatan cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan difasilitas dan

penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal sesuai standard dan tepat waktu yang dapat

dikaji melalui Audit maternal perintal(AMP). Terlambat dirujuk dan terlambat memperoleh penanganan

fasilitas kesehatan  merupakan factor-faktor  yang mempengaruhi tingginya kematian ibu dan bayi

baru lahir.
Evaluasi ini juga bertujuan  untuk meningkatkan peran dan fungsi bidan untuk melaksanakan

penjaringan , pelayanan, pemantauan tindak lanjut serta prose rujukan dengan akurasi tindakan yang

cepat dan tepat. Hal tersebut tidak terlepas dengan peranan rumah sakit dengan integrasi program

secara terpadu agar kasus-kasus kesakitan pada ibu, bayi dan balita dapat diatasi dengan baik

sehingga tim AMP juga bisa bekerja melaksanakan tugasnya dengan optimal. (hmp09)


TINGGALKAN KOMENTAR


Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Telp: 0541-662088 ext.314   Fax: 0541-661690
Email: humaskukar@kukarkab.go.id
Website: https://prokom.kukarkab.go.id

STATISTIK KUNJUNGAN
Hari Ini99 pengunjung
Minggu Ini2.080 pengunjung
Bulan Ini8.034 pengunjung
Total Pengunjung132.859 pengunjung
Total Klik3.236.888 Kali