PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Selasa, 14 November 2017

10:30:12 AM

WEBMAIL    BUKU TAMU    E-PANEL

Sosialisasi UU No.24 Tahun 2009

Pemerintahan    7 tahun yang lalu   
   635 Kali

Sumber Foto: Prof DR Iskandar MSi (pakai mic), saat menyampaikan paparan dihadapan para guru dan siswa SMA se-Tenggarong pada Sosialisasi UU No.24/2009, di Pendopo Wabup Kukar, Sabtu (21/9).

TENGGARONG - Secara historis dan sosiologis, bendera, bahasa, lambang negara dan lagu kebangsaan Indonesia selama ini telah berperan menjamin keutuhan negara republik Indonesia. Hal ini merupakan manifestasi kebudayaan yang berakar pada sejarah perjuangan bangsa, kesatuan dalam keragaman budaya, dan kesamaan dalam mewujudkan cita-cita nusantara, menjadi jati diri bangsa dan negara sekaligus menjadi bentuk pengakuan untuk merdeka, setara dengan bangsa dan negara lain.

Dijelaskannya, meskipun bahasa, lambang negara, dan lagu kebangsaan memiliki kedudukan dan peran yang sangat vital dalam kehidupan berbangsa dan bernegara akan tetapi dalam perkembangannya dewasa ini, patut menjadi perhatian kita bersama. Menurut hasil kajian pusat bahasa, Kemendiknas diperkirakan akhir abad 21 jumlah bahasa di Indonesia akan hilang hingga 90 persen. "Jika saat ini terdapat 746 bahasa, maka akhir abad 21 bahasa indonesia hanya akan tinggal 75 bahasa saja. Karenanya perlu dilakukan upaya pembinaan, pengembangan dan pelestarian secara serius untuk menyelamatkan bahasa dari ancaman kepunahan," kata Prof. DR. Iskandar M.Si, saat menjadi pembicara pada Sosialisasi UU No.24/2009 dihadapan guru dan siswa SMA se-Tenggarong, di Pendopo Wabup Kukar, Sabtu (21/9).    
 
Tidak hanya itu kata Prof, terdapat permasalahan yang memerlukan perhatian sungguh dari kita semua, khususnya SKPD terkait. Masalah tersebut adalah banyaknya jumlah bahasa yang perlu ditangani dan luas wilayah kerja yang menjadi kewenangan Kukar. "Banyaknya jumlah bahasa di daerah yang ditangani memerlukan tenaga, biaya, dan waktu yang memadai. Sementara itu, luas wilayah kerja yang tidak hanya secara geografis, tetapi juga karena kompleksitas permasalahan juga memerlukan penanganan yang baik," ujarnya.Demikian juga sikap positif terhadap bendera, lambang negara dan lagu kebangsaan indonesia juga mulai memudar, "Pada saat upacara bendera, masih sering kita temukan sikap-sikap yang kurang produktif seperti berbicara sendiri, tidak hapal sila-sila pancasila dan lagu kebangsaan indonesia raya dengan baik," katanya sambil menyebutkan ada tiga makna penting yakni, meningkatkan kesadaran individu dan lembaga dalam pemakaian bahasa nasional, membangun kesadaran lembaga pemerintah sebagai pionir dalam pemakaian bahasa yang baik dan benar dan mendorong lembaga swasta untuk turut serta mewujudkan pemakaian bahasa nasional. "Saya berharap dengan sosialisasi ini nantinya dapat memberikan kontribusi nyata dalam hal pelestarian dan pengutamaan penggunaan bahasa Indonesia dalam even-even daerah dan di ruang-ruang layanan publik," Demikian harapnya.(rahman/hmp05).


TINGGALKAN KOMENTAR


Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Telp: 0541-662088 ext.314   Fax: 0541-661690
Email: humaskukar@kukarkab.go.id
Website: https://prokom.kukarkab.go.id

STATISTIK KUNJUNGAN
Hari Ini92 pengunjung
Minggu Ini1.102 pengunjung
Bulan Ini4.653 pengunjung
Total Pengunjung75.054 pengunjung
Total Klik1.970.332 Kali