PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Selasa, 14 November 2017

10:30:12 AM

WEBMAIL    BUKU TAMU    E-PANEL

Peran Penilik Sekolah Harus Direvitalisasi

Pendidikan    8 tahun yang lalu   
   2726 Kali

Sumber Foto: Kepala Dinas Pendidikan Kukar Hermawan saat membuka pelatihan peningkatan propesional Penilik/pengawas PAUD di Hotel Karya Tapin, Selasa (19/3) di Tenggarong.

TENGGARONG - Keberadaan penilik dan pengawas sekolah mempunyai kesamaan dalam fungsinya di sebuah sekolah. Akan tetapi, kesamaan itu tidak berlaku untuk perlakuan kedua profesi itu. Pengawas lebih mendapat perhatian dari pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah berupa ragam pelatihan dan insentif, namun tidak demikian dengan penilik.

Diketahui, pada suatu sekolah formal kebanyakan masyarakat menyebut penilik itu sebagai pengawas. Sedangkan penilik adalah pengawasnya sekolah non formal. Kedua profesi itu harus mendapat perlakuan yang sama dari pemerintah, baik dari segi pendapatan maupun dari aspek yang lain, seperti halnya pelatihan-pelatihan dalam rangka meningkatkan kualitas sumberdaya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Kartanegara Hermawan saat membuka pelatihan peningkatan peofesional penilik/pengawas PAUD di Hotel Karya Tapin 2 Tenggarong Selasa (19/3) lalu. Selain berbagai kesamaan itu, jika pengawas harus disertifikasi, maka program itu harus diberlakukan juga pada penilik, sehingga tidak ada lagi jurang pemisah di antara kedua profesi. "Pemerintah harus berperan aktif dalam hal ini,” ujarnya.

Hermawan menambahkan, apabila masih terjadi berbagai perbedaan maupun penghargaan terhadap kedua profesi itu, maka lambat laun para penilik akan malas atau bahkan enggan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. “Maka dari itu, perlakuan mereka harus sama, baik di tingkat pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Hermawan memaparkan, selain beberapa hal di atas juga harus ada revitalitasi peran pada pengawas maupun penilik sekolah. Dalam konteks ini, kata Hermawan, peran kedua profesi itu selama ini masih kabur jika dibandingkan dengan tugas dan fungsi kepala dinas pendidikan. “Kepala dinas pendidikan masih sering melakukan tindakan yang seharusnya dilakukan oleh pengawas sekolah. Misalnya di suatu sekolah ada masalah, maka kepala dinas pendidikan langsung memanggil kepala sekolah,” ucapnya.

“Pemanggilan kepala sekolah secara langsung itu merupakan pengaburan peran dari pengawas, yang mempunyai fungsi pengawasan terhadap lembaga pendidikan. Jika ada permasalahan di suatu sekolah, maka pengawas harus menegur kepala sekolah yang bersangkutan, dan memberitahu kepala dinas pendidikan untuk mendapatkan saran atau jalan keluarnya,” imbuhnya

Ditambahkan dia, pengawas maupun penilik sekolah harus bisa menjalan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik dalam memantau lembaga pendidikan, sehingga lembaga pendidikan kita bisa menjadi pendidikan yang bermutu tinggi dan menghasilkan lulusan yang berkualitas. Pembagian peran dengan kepala dinas pendidikan harus diperjelas lagi,” pungkas Hermawan 

Sementara itu ketua panitia Saipul menenjelaskan tujuan dilaksanakannya Diklat tersebut adalah dalam rangka meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan penilik dan calon penilik PAUD. "Inilah yang kita harapkan kedepannya peran dan fungsi masing-masing dapat berjalan baik dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kutai Kartanegara," Pungkasnya. (hmp4)


TINGGALKAN KOMENTAR


Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Telp: 0541-662088 ext.314   Fax: 0541-661690
Email: humaskukar@kukarkab.go.id
Website: https://prokom.kukarkab.go.id

STATISTIK KUNJUNGAN
Hari Ini80 pengunjung
Minggu Ini1.109 pengunjung
Bulan Ini4.714 pengunjung
Total Pengunjung75.208 pengunjung
Total Klik1.974.835 Kali