PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Selasa, 14 November 2017

10:30:12 AM

WEBMAIL    BUKU TAMU    E-PANEL

Tangani Siswa Inklusi, SD 003 Loa Kulu Raih Juara 1 Budaya Mutu Nasional

Pendidikan    2 tahun yang lalu   
   250 Kali

Sumber Foto: Warna Arimbi saat menerima penghargaan dari Bupati Kukar Edi Damansyah dalam puncak peringatan hari pendidikan nasional belum lama ini. (Foto: Ist)

TENGGARONG -Pada tahun 2017 silam SD 033 Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar) bukanlah termasuk sekolah favorit. Namun sekolah tersebut mampu menorehkan prestasi menjadi yang terbaik se-Kalimantan Timur, bahkan meraih juara 1 Budaya Mutu Nasional. Hebatnya lagi, seriring berjalannya waktu pada tahun 2019, sekolah tersebut mengantarkan sang kepala sekolah yakni Warni Arimbi menjadi juara 1 kepala sekolah SD berprestasi se-Kaltim. Kepala Sekolah Warni Arimbi mengungkapkan rahasia sekolahnya yang berada di wilayah terpencil Loa Kulu, Kukar bisa meraih prestasi yang membanggakan sebagau juara budaya mutu nasional.

“Ya, rahasianya adalah menjadikan inklusi (kesulitan belajar) sebagai ‘jualan’, kemudian memperbaiki manajemen pembelajaran aktif, dan penerapan program budaya baca hingga memberikan perhatian khusus yang besar kepada anak-anak inklusi,” kata Warni yang juga salah satu fasilitator daerah progam PINTAR Tanoto Foundation untuk Kukar, Senin (24/6/2019). Menurutnya, rata-rata 2-4 anak-anak inklusi terdapat di tiap kelas dan saat dihuni oleh 325 siwa dan memiliki 12 rombongan belajar, dan 27 siswa diantaranya masuk kategori inklusi. “Siswa-siswa inklusi tersebut ada yang hiperaktif, tuna ganda, tuna grahita, low vision, tuna daksa, tuna rungu, tuna wicara, autis, dan kesulitan belajar. Jumlahnya tergolong banyak, bisa mengalahkan sekolah luar biasa yang biasa per kelasnya 3-4 siswa saja,” katanya.

Dijelaskan Warni, siswa yang dianggap belum bisa bergabung dengan kelas inklusi, ditempatkan terlebih dahulu di kelas yang khusus anak inklusi dengan jumlah siswa di kelas khusus mencapai 12 orang. “Siswa inklusi ditangani secara profesional oleh tiga orang guru yang sebelumnya sudah diutus untuk belajar secara khusus terkait penanganan inklusi selama 6 bulan,” ujarnya.

Usai menempul pendidikan, lanjut Warni, ketiga guru tersebut kemudian mengajarkan keterampilannya pada guru-guru yang lain lewat pertemuan Kelompok Kerja Guru (KKG) mini yang diadakan tiap Sabtu di sekolah tersebut. “Penerapan program ini secara bertahap, sehingga diharapkan semua guru memiliki kemampuan dasar yang baik dalam menangani siswa-siswa inklusi,” katanya. Selain itu, Diutarakan juga oleh Suparti selaku guru penanggungjawab khusus inklusi mengaku memiliki banyak tantangan mengajar siswa-siswi inklusi. “Artinya, menghadapi siswa-siswi inklusi ini harus sabar dan benar-benar tahu wataknya. Ada yang suka, tiba-tiba keluar menikmati hujan, ada yang tidak mau bergaul, ada yang suka naik-naik meja dan gaduh dan berbagai watak lainnya,” katanya.

Senada Suparti juga dikatakan Titik yang merupakan guru kelas satu mengatakan, bahwa pengalamannya juga digabungkan dengan menerapkan metode pembelajaran aktif program PINTAR Tanoto Foundation sehingga membuat siswa inklusi lebih mudah bersosialisasi dengan kawan-kawannya. “Siswa jadi lebih banyak belajar bersosialisasi dan belajar bersikap dengan lebih baik kepada temannya karena proses pembelajaran melibatkan pembentukan kelompok,” katanya berbagi trik pembelajaran.

Diketahui, pada tahun 2016, sekolah ini juga pernah juara ke-6 budaya mutu nasional dari 134 sekolah peserta se-Indonesia. Penilaian budaya mutu ditekankan pada mutu MBS (Manajemen Berbasis Sekolah), pembelajaran, UKS (Usaha Kesehatan Sekolah), ekstra kuriler, dan perpustakaan. Tidak hanya berdasarkan portofolio yang dikirimkan, petugas kementrian juga langsung turun ke sekolah, menilai sekolah selama beberapa hari, menariknya sekolah tersebut juga menekankan pada aspek inklusi. Kemudian menerapkan budaya baca, secara aktif 15 menit membaca sebelum pembelajaran. Sekolah juga menetapkan jadwal hari wajib kunjungan ke perpustakaan bagi tiap kelas. Sekolah juga mengadakan kerjasama dengan perpusda. Seminggu sekali Perpusda datang ke sekolah dengan mobil pustaka. Sekolah juga memberikan penghargaan kepada siswa yang sering berkunjung dan membaca atau pinjam buku di perpustakaan. (Medsi07)


TINGGALKAN KOMENTAR


Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Telp: 0541-662088 ext.314   Fax: 0541-661690
Email: humaskukar@kukarkab.go.id
Website: https://prokom.kukarkab.go.id

STATISTIK KUNJUNGAN
Hari Ini106 pengunjung
Minggu Ini1.289 pengunjung
Bulan Ini5.510 pengunjung
Total Pengunjung102.776 pengunjung
Total Klik2.709.044 Kali