PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Selasa, 14 November 2017

10:30:12 AM

WEBMAIL    BUKU TAMU    E-PANEL

Mengenal Lebih Dalam Kampong Budaya Puak Kedang Lampong

Sosial Budaya    9 tahun yang lalu   
   1535 Kali

Sumber Foto:

Kampong budaya puak kedang lampong  yang terletak didusun Bengkuring dan Bensamar Kota Tenggarong merupakan salah satu suku yang memiliki sejarah panjang dengan Kota Tenggarong sebagai ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara saat ini keberadaan Puak Kedang Lampong sejak tahun 1730 mendiami wilayah Kota tenggarong dan merupakan masyarakat tertua yang tinggal di kota Tenggarong.

Kota Tenggarong yang ditelusuri dan diungkap keberadaannya telah tertimbun masa selama 228 tahun (1782 M) dan keberadaan Puak Kedang Lampong diketahui mendiami kota tenggarong sudah  sekitar 278 tahun (1730 M) yang berarti sampai dengan 52 tahun lebih awal keberadaanya sebelum Tenggarong sendiri sebagai pusat Kerajaan.

Puak kedang lampong yang pada masa itu dipimpin oleh 2 (Dua) orang Tokoh yaitu Sri Mangkurat   dan Sri Setia, Pada abad 17 atau pada Tahun 1739 – 1780 pada masa Pemerintahan  Sultan Adji Muhammad Muslihuddin (Aji Imbut) bermaksud memindahkan pusat Kerajaan dari Jembayan (Pemarangan) yang sekarang masuk wilayah Kecamatan Loa Kulu, dalam penentuan lokasi pusat Kerajaan terlebih dahulu mohon petunjuk yang pada masa itu melalui paranormal Kerajaan (ahli nujum) lewat semedi dan perenungan di peroleh petunjuk untuk mencari rantau yang berbau harum dan naga yang memainkan “ Kemala” (Mustika) dan tanah inilah yang cocok untuk di jadikan pusat Kerajaan.

Maka berangkatlah Sultan Adji Muhammad Muslihuddin (Aji Imbut) Pengawal Kerajaan dan ikut  pula sekelompok masyarakat di bawah kekuasaan Raja di Pemarangan dalam Jembayan yaitu Puak Ado Latonjeng (dari keturunan Bugis), ketika Sultan Adji Muhammad Muslihuddin (Aji Imbut), beserta rombongan sampai di rantau Perjiwa (Tanjong geresik) Aji Imbut bertemu  pulau di tengah sungai mahakam dan pada saat itu pula Adji melihat ada dua buah sungai diseberangnya yaitu sungai Tenggarong dan sungai Mangkurawang serta rantau yang di tumbuhi oleh tanaman pandan yang harum.

Sebagaimana yang telah diisyaratkan oleh paranormal (ahli nujum) melalui tilik sandinya bahwa, pulau yang ada di tengah mahakam melambangkan“ Kemala” (Mustika)  dan dua buah sungai Tenggarong dan sungai mangkurawang melambangkan dua ekor naga, maka Sultan Adji Muhammad Muslihuddin (Aji Imbut) mengutus Mangkubumi didampingi oleh Puak Ado Latonjeng untuk menemui kepala suku Kedang Lampong  yaitu  Sri Mangkurat dan dan Sri Setia untuk menyampaikan maksud Raja dari Pemarangan (Aji Imbut) memindahkan pusat Kerajaan ke Tepian Pandan.

Setelah diterima oleh Sri Mangkurat dan dan Sri  Setia ini mendapat sambutan baik dan izin dari kepala suku Kedang Lampong, utusan Kerajaan kembali menemui  Adji Imbut  dan menyampaikan bahwa dari Ketua suku Kedang Lampong  tidak keberatan Wilayahnya di jadikan tempat sebagai pusat Kerajaan yang baru, dan sejak tahun 1782 Tepian Pandan menjadi tempat pusat Kerajaan  dengan sebutan Tangga Arung (Tangga/Titian Raja) sekarang menjadi Tenggarong

  Keberadaan dusun Bengkuring dan Bensamar tidak terlepas dari sejarah masa lalu, Puak Kedang Lampong adalah satu Puak/Komunitas masyarakat yang memberikan dukungan atas keinginan Sultan Adji Muhammad Muslihuddin (Aji Imbut) untuk membangun Istana (Tangga/TitianRaja ) di rantau Tepian Pandan, karena di Pemarangan dianggap oleh orang Bugis sudah kurang baik lagi untuk dijadikan sebagai pusat Kerajaan sebab pernah dirampok orang-orang dari Solok, maka atas mufakat para pemuka Kerajaan dan petunjuk ahli nujum ( Paranormal ) dipilihlah rantau Tepian Pandan yang pada masa itu tempat orang-orang Kedang Lampong berladang yang dikepalai oleh Sri Mangkurat dan dan Sri  Setia, turut memberikan bantuan dan dukungan dengan segenap warganya kepada pihak Kesultanan Kutai, dengan Sultannya Adji Muhammad Muslihuddin (Aji Imbut)).                                      

Pada masa Pemerintahan Sultan Adji Muhammad Sulaiman Gelar Adji Bidu/Adji Gahiri tahun 1850-1899 penduduk Kedang Lampong diberi wilayah sebagai tempat pemukiman dikampung Bengkuring dan kampung Bensamar, saat ini berada di Kelurahan Loa Ipuh Kota dan Loa Ipuh Darat Kecamatan Tenggarong. Jarak tempuh kurang lebih 13,5km dari pusat Kota Tenggarong dengan jalan darat ( roda dua ) dan kurang lebih 1 jam dengan transportasi air menyusuri sungai Tenggarong  dengan perahu ces, serta dapat pula melalui jalur angkutan Kota antar Kabupaten, jalan Tenggarong Kota Bangun dengan jarak kurang lebih 14-15 km, dengan pemukiman berada pada dataran rendah, tepi sungai Tenggarong dan perbukitan. Di daerah ini juga Masih ada tempat-tempat pemakaman tua yang menunjukan bahwa daerah ini dulunya sebagai pemukiman lama ( tua ).

Pada masa  Sultan Adji Muhammad Parikesit Raja yang ke 19,Puak Kedang Lampong pernah dilaksanakan acara ngugu tahun, beluluh benua, tradisi turun tanah dan upacara 3 ( tiga bulanan ). Selain itu Tradisi memasak nasi bekepor yang menggunakan kayu bakar masih dijumpai dan terpelihara sampai sekarang, yang merupakan ciri khas masyarakat Kutai serta pembuatan gula merah dari pohan enau ( aren ).

Masyarakat Kedang Lampong  yang ada di Bengkuring dan Bensamar juga masih memegang teguh pada pantangan larangan (betuhing) dan apabila dilanggar akan berakibat tidak baik dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Kutai yang dipakai masyarakat Kedang Lampong  dari segi dialek dan Tata Bahasa mempunyai ciri tersendiri dan sangat berbeda dengan Bahasa Kutai yang lazim dijumpai sekarang ini. Mereka juga masih menggunakan Cara pengobatan tradisional, yang mengutamakan ramu-ramuan dari alam sekitar yang sampai sekarang ini masih dipertahankan. Ramuan-ramuan yang dimiliki masyarakat Kedang Lampong  kurang lebih 41 macam jenis ramuan pengobatan.(adv/lina)


TINGGALKAN KOMENTAR


Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Telp: 0541-662088 ext.314   Fax: 0541-661690
Email: humaskukar@kukarkab.go.id
Website: https://prokom.kukarkab.go.id

STATISTIK KUNJUNGAN
Hari Ini77 pengunjung
Minggu Ini1.106 pengunjung
Bulan Ini4.711 pengunjung
Total Pengunjung75.205 pengunjung
Total Klik1.974.647 Kali