PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Selasa, 14 November 2017

10:30:12 AM

WEBMAIL    BUKU TAMU    E-PANEL

Musik Tingkilan Warisan Budaya Yang Perlu Di Budayakan

Sosial Budaya    9 tahun yang lalu   
   2704 Kali

Sumber Foto:

Seni budaya  merupakan warisan leluhur  dan asset yang sangat tak ternilai harganya.seni budaya harus dilindungi, dikembangkan dan dilestarikan agar generasi mendatang mengerti dan memahami warisan leluhur. Salah satunya adalah kesenian music tingkilan

Musik Tingkilan merupakan warisan budaya leluhur Kutai Kartanegara yang  merupakan salah satu aset kepariwisataan daerah, Kutai kartanegara juga merupakan kota bersejarah, dimana daerah ini dulunya terdapat peristiwa sejarah kehidupan masyarakat, yaitu adanya sebuah Negara sebelum adanya Negara Kesatuan Republik Indonesia, dimana daerah ini dipimpin oleh seorang Raja Kutai Kartanegara Ing martadipura, dan di dalam sejarah bangsa Indonesia, kesultanan Kutai Kartanegara adalah kerajaan Islam tertua di Nusantara.

Semasa Aji Maha Raja Sultan atau Adji Dayang Roebiah memerintah Kerajaan Kutai Kartanegara tahun (1360-1420 masehi) dengan kehadiran Tuan Tunggang Parangan ke kerajaan Kutai Kartanegara khususnya dikalangan kerabat kerajaan telah memeluk agama Islam, di tandai dengan Undang-undang kerajaan yaitu undang-undang Brajananti/Brajaniti dan undang-undang panji selaten yang selalu di dahului dengan ucapan Bismillahirrohmanirrohim, dan dikalangan masarakat luas belum semuanya memeluk agama Islam. Baru pada Masa Adji Raja Mahkota Islam yang dikenal dengan Raja Di Istana yang memerintah pada tahun (1545-1610 masehi)  kerajaan Kutai Kartanegara memproklamirkan sebagai kerajaan Islam yang pusat Pemerintahannya berkedudukan di Kutai Lama di dusun jahitan layar dan desa ulu dusun, sehingga pada masa itu dari sisi budaya pengaruh Islam sangat kuat. Akibat pengaruh budaya islam ini, maka pada waktu itu ada seseorang yang bernama “ ANDUN ‘ membuat alat petik bentuknya menyerupai Ganon, alat musik padang pasir, kalau di tanah kutai  disebut GAMBUS, dalam kurun waktu tertentu terciptalah sebuah komunitas musik, yang dinamakan musik tingkilan

Musik Tingkilan  yang merupakan musik daerah pesisir Mahakam. Lagu yang di gunakan masyarakat zaman dahulu sebagai pengantar bahasa atau keinginan seseorang untuk menyampaikan sesuatu baik ilmu maupun nasihat serta pernyataan pribadi atau percintaan  dalam bentuk pantun atau sindiran yang disampaikan saling berbalas pantun. Musik tingkilan juga biasa digunakan untuk musik pengiring sebuah tarian yaitu tari JEPEN dan kesenian ini biasa di tampilkan pada acara-acara seremonial baik yang bersifat keagamaan, upacara perkawinan, upacara pemberian  nama anak (bayi) maupun acara – acara hiburan lainnya.

Music Tingkilan pada perkembangannya merupakan salah satu musik yang berakar pada budaya bangsa dengan mempunyai sajian yang sangat unik dan tidak ada di daerah lain, karena ada beberapa instrument dan pola permainan yang tidak dimiliki setiap music didunia seperti gambus, cello, ukulele, yang dimainkan secara tehnik yang berbeda dari biasanya. Apalagi bentuk dan karakter suaranya yang lain membuat musik tingkilan digemari masyarakat Indonesia.

Hanya permasalahannya yang di hadapi masa kini, dengan adanya musik moderen saat ini, seperti musik, rock, dangdut, pop dll, kecendrungan generasi muda untuk menggali potensi musik daerah ini hampir tidak tersentuh. (adv/lina)

 


TINGGALKAN KOMENTAR


Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Telp: 0541-662088 ext.314   Fax: 0541-661690
Email: humaskukar@kukarkab.go.id
Website: https://prokom.kukarkab.go.id

STATISTIK KUNJUNGAN
Hari Ini16 pengunjung
Minggu Ini736 pengunjung
Bulan Ini4.430 pengunjung
Total Pengunjung79.185 pengunjung
Total Klik2.117.341 Kali