PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Selasa, 14 November 2017

10:30:12 AM

WEBMAIL    BUKU TAMU    E-PANEL

Usir Anasir Jahat Sultan Diluluh

Sosial Budaya    9 tahun yang lalu   
   1171 Kali

Sumber Foto: ultan HAM Salehuddin II duduk di balai saat menjalani ritual Beluluh.(joe)

TENGGARONG – Upacara ritual Beluluh tidak dapat dilepaskan dari tradisi Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Prosesi ritual ini melibatkan seorang Belian dengan berbagai asesoris seperti pedupaan, balai-balai hingga sejumlah sesaji dan diakhiri membuang Ketikai Lepas.


Setiap hari jelang magrib pada hari hari Erau Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura Aji Mohammad Salehuddin II selalu menjalani upacara Beluluh. Upacara berdimensi ritual khas Kutai ini dilakukan di depan pintu gerbang istana atau kini Museum Mulawarman Tenggarong. Upacara dimaksudkan untuk membersihkan atau mengusir anasir jahat  yang ada di dalam diri jasmani maupun rohani sang Sultan agar saat malam tiba dalam kondisi bersih dan suci. Koordinator upacara Adat Kesultanan Kutai Aji Bambang Saidar mengatakan latar peristiwa Beluluh diawali kejadian di Tanjung Ruana kawasan Delta Mahakam,  Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara.

Menurutnya  jelang abad XIII   di permukaan sungai Mahakam muncul balai-balai berbahan bambu kuning yang di dalamnya berisi bayi perempuan dan  2 ekor Lembuswana. Kedua jenis mahluk tuhan itu diusung oleh 2 naga secara bersamelenu maan. Singkat kata  bayi itu kemudian dikenal sebagai Aji Batara Agung Dewa Sakti. “Beliau adalah Raja I Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Riwayat upacara Beluluh kemudian dimaknai sebagai media pembersihan diri yang dilambangkan melalui anak bayi yang baru lahir tanpa dosa. Ditambahkan  upacara Beluluh biasa  dilakukan bagi pengantin baru , tamu kehormatan hingga bagi   orang yang selama ini berbuat dosa  namun sudah bertobat. “Tentunya prosesi maupun mantra Beluluh yang dilakukan Belian disesuaikan dengan maksud dan tujuan,” demikian ujarnya.  Usai Sultan di luluh tikar yang terukir dengan susunan beras berwarna atau disebut Tambak Beras tempat  berdirinya Balai  digulung untuk diperebutkan orang yang menyaksikan upacara ritual ini.


TINGGALKAN KOMENTAR


Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Jl. Wolter Monginsidi No.1 Tenggarong 75511 - Kutai Kartanegara - Kaltim

Telp: 0541-662088 ext.314   Fax: 0541-661690
Email: humaskukar@kukarkab.go.id
Website: https://prokom.kopidoni.com

STATISTIK KUNJUNGAN
Hari Ini240 pengunjung
Minggu Ini2.934 pengunjung
Bulan Ini13.170 pengunjung
Total Pengunjung198.027 pengunjung
Total Klik7.982.480 Kali